Cellular Telephone Interception

Macam – Macam Alat Sadap
• Cellular Intercept (CDMA)
Cellular Monitoring CDMA Intercept model G-Com 2066 merupakan alat yang digunakan untuk menangkap, menyimpan, dan dan juga buisa memutar kembali percakapan telephone dari jaringan telephone selular CDMA. Alat ini digunakan oleh penegak hokum dan juga lembaga pemerintahan untuk memantau dan menyimpan percakapan telepon seluler CDMA dari tersangka kriminal, militan, teroris, dan mereka yang melakukan spionase.
G-Com Intercept 2066 CDMA juga berfungsi sebagai SMS Intercept, mampu menangkap SMS (layanan pesan singkat). Intercept CDMA merupakan sistem pasif, di mana tidak ada sinyal yang dikirimkan dari sistem alat tersebut. Selain itu, Intercept CDMA tidak mempengaruhi komunikasi selular antara handset ponsel dan penyedia layanan selular. Oleh karena itu, jaringan telepon seluler tidak menerima gangguan elektromagnetik.
Sistem cellular intercept beroperasi secara otomatis mendeteksi sinyal dari jaringan CDMA. Selain bekerja sebagai mobile phone intercept di jaringan CDMA, alat ini juga mengangkap kanal control dan juga percakapan dengan melalui kanal trafik.

• Cellular Intercept (GSM)

Cellular Monitoring GSM Intercept model GSM 3060TP adalah alat yang digunakan untuk menagkap sinyal dari jaringan GSM. GSM Interception digunakan untuk untuk pemantauan selular ponsel dengan menyadap percakapan. Alat ini digunakan untuk penegakan hukum dan juga lembaga pemerintah.

GSM Interceptor juga dapat merekam secara real time dan menyadap pembicaraaan dari penggunak jaringan GSM. Alat ini biasanya digunakan oleh penegak hukum untuk memantau dan menyimpan percakapan telepon dari seluler GSM untuk kepentingan hukum.

• ATIS – UHER
ATIS (Audio Telecommunication International Systems), adalah sebuah generasi baru dari Instant Recall Recorders (IRC) dalam teknologi solid-state, yang dapat dikoneksikan ke dalam audio source berupa telepon atau handphone GSM/AMPS/CDMA dan akan merekam atau menyadap seluruh komunikasi suara dengan kapasitas aktif lebih dari 680 menit dan 1000 panggilan yang berbeda. Kompresi algoritma yang ada di dalam ATIS telah memperbesar kapasitas penyimpanan dan kualitas suara yang cukup jernih. Dengan menggunakan koneksi telepon, ATIS dapat mengidentifikasi penelepon, waktu telepon dan nomor penelepon via RS 232 link built-in.

In Building Solution

Bangunan atau gedung yang bertingkat dan mempunyai banyak ruangan akan menenyebabkan lemahnya jaringan sinyal didalamnya. Lemahnya jaringan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, salah satu diantaranya adalah redaman akibat bangunan (loss building). Oleh karena itu perancangan jaringan Indoor (In Building Solution) merupakan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Konsep Sel Umum

Sel merupakan cakupan daerah yang dilayani oleh sekelompok kanal tertentu. Ada tiga macam struktu sel berdasarkan ukuran sel dan keadaan trafik :

  • Makro Sel

Sel ini digunakan untuk melayani suatu daerah dengan kapasaitas trafik rendah. Pada umumnya sel makro diterapkan pada awal dari implementasi jaringan seluler. Sel ini mempunyai cakupan hingga 30 km.

  • Mikro Sel

Sel ini dipergunakan pada tahap lanjutan dimana intensitas trafik yang ditangani cukup tinggi. Sel ini mempunyai cakupan hingga 1 km.

  • Pico Sel

Sel ini digunakan untuk melayani suatu kapasitas trafik sinergi dari segi luasan. Sel ini mempunyai cakupan hingga 100 m. Pico sel biasanya digunakan untuk jaringan indoor atau di dalam gedung.

In Bulding Solution

IBS(In Building Solution) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi blankspot pada sebuah gedung.

Berikut ini adalah manfaat IBS :

  • Mengatasi blankspot di dalam cakupan area suatu sel.
  • Mencover daerah yang sulit diinstalasi BTS.
  • Memperluas area cakupan suatu sel, dari cakupan sel sebenarnya.
  • Mengatasi user yang padat di dalam gedung

Redaman Bangunan

Kondisi sinyal pada indoor membedakannya dengan kondisi outdoor adalah multipath yang cenderung lebih banyak, bahkan path yang line of sight bisa jadi tidak ada. Selain itu kondisi lingkungan dapat berubah sacara drastis dalam waktu maupun jarak yang singkat. Jarak yang dicover di dalam gedung cukup sempit, berkisar pada 100 meter atau kurang. Dinding, pintu, furniture dan manusia dapat menyebabkan perubahan sinyal yang signifikan dan juga sinyal dapat diredam sehingga sinyal menjadi lemah. Redaman indoor pada waktu atau posisi tertentu dapat berubah secara dramatis karena jumlah multipath dan pergerakan manusia, maupun benda-benda di dalam ruangan.

Macam IBS (In Building Solution)

1. Dedicated BTS

Perancangan dengan menempatkan BTS di dalam gedung. Dedicated BTS dapat di golongkan menjadi 2, yaitu :

  • Picocell

Perancangan BTS Indoor dengan menempatkan satu antana utama di dalam gedung. Biasanya antenna di ditempatkan di bagian atas gedung. Hal ini bertujuan untuk mengkover seluruh user yang ada disekitar gedung.

  • DAS (Distribution Antenna System)

Perancangan BTS Indoor dengan mendistribusikan daya pancar ke seluruh ruangan dalam gedung/DAS. Perancangan membutuhkan banyak antena di dalam gedung. Hal ini juga bertujuan untuk memfokuskan tempat yang terdapat banyak user.

2. Repeater

Repeater merupakan salah satu solusi untuk menagangi user di dalam gedung/IBS. Repeater bisa di implementasikan dengan menempatkan satu antena utama dan bisa juga memakai DAS. Repeater hanya menguatkan sinyal saja tetapi tidak bisa menagani kepadatan user/trafik. Trafik user ditangani oleh BTS donor (makro).

3. Femtocell

Perancangan femtocell dilakukan dengan penempatan BTS kecil di dalam ruangan. BTS kecil tersebut sering disebut juga dengan FAP (femtocell Access Poin). Femtocell juga merupakan salah satu solusi untuk menangani user di dalam gedung/IBS. Femtocell langsung terhubung dengan jaringan backhole sehingga kualitas jaringan lebih terjamin. Perancangan femtocell lebih murah karena meminimalisir pemakaian perangkat.

Radio Resource Management LTE

Long Term Evolution (LTE) adalah adalah sebuah nama yang diberikan pada sebuah project Third Generation Partnership Poject (3GPP) untuk memperbaiki standart mobile phone generasi ke- 3 (3G) yaitu UMTS WCDMA. LTE juga disebut dengan generasi ke-4 (4G). Pada konfigurasi jaringannya diberi nama EPS (Evolved Packed System). EPS terdiri dari jaringan akses yang pada LTE disebut dengan E-UTRAN (evolved UMTS Teresterial Radio Acces Network) dan jaringan core yang disebut SAE (System Architecture Evolution).

Pada arsitektur E-UTRAN terdiri dari eNodeB yang menyediakan air interface user plane dan control plane protokol yang menuj u ke UE. User Plane protokol terdiri dari Packet Data Control Plane (PDCP), Radio Link Control (RLC), Medium Access Control (MAC) dan Physical Layer (PHY) protocol. Pada control plane merujuk pada Radio Resource Control (RRC) protokol.

Radio Resource Management

Radio Resource Management (RRM) adalah salah satu fungsi dari E-UTRAN. RRM adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mengontrol dan juga memberikan kualitas layanan pada jaringan seluler. RRM melibatkan strategi dan algoritma untuk mengontrol beberapa parameter seperti transmit power, channel allocation, handover criteria, scheme modulation, error coding scheme, dll. Tujuanya adalah untuk pemanfaatan keterbatasan spectrum dan efisienisi jaringan radio.

Fungsi Radio Resource Management (4) :

a) Radio Bearer Control (RBC)

Pada radio bearer terdapat berbagai layanan yang berbeda – beda maka perlu adanya pengontrolan pada air interface UE dan RAN. Pengontrolan dilakukan pada berbagai lapisan (physic, MAC, RLC)

b) Radio Admission Control (RAC)

Persyaratan QoS dilakukan untuk menjamin pentransmisian data.

c) Connection Mobility Control (CMC)

Pengontrolan dilakukan pada saat user idle dan juga saat sedang aktif. Saat modus idle, dilakukan pengukuran (measurements configuration dan reporting) oleh cell yang sedang menangani user (cell reselection dan juga cell selection).

Dalam modus aktif (RRC) perlu diperhitungkan mobilitas user saat perpindahan cell (handover). keputusan untuk memindahkan sambungan dari satu sel ke sel lain didasarkan pada kondisi radio/level daya yang diperoleh oleh UE.  Pengukuran radio mungkin juga bisa didasarkan pada kondisi lain (misalnya beban, lalu lintas distribusi) dan strategi yang ditetapkan oleh operator.

d)     Dynamic Resource Allocation (scheduling)

Perlu dilakukan adanya pengalokasian sumber daya (yaitu transmit power, frekuensi, time, bandwidth, dsb). Penanganan prioritas antara data dari satu user dan antar user harus dilakukan dengan mekanisme dynamic scheduling dengan memperhitungkan kualitas. Pengalokasian sumber daya dapat juga digunakan untuk pengukuran volume trafik. Penanganan sumber daya (Scheduling) merupakan fungsi pada protocol MAC.

e)      Inter-cell RRM (interference management)

Dinamis Inter-Cell RRM perlu dilakuakan untuk menagani interferensi antar cell. Penglokasian frekuensi misalnya frekuensi reuse merupakan salah satu metoda untuk mengurangi interferensi.

f)       Radio Configuration

Konfigurasi Radio perlu dilakukan agar jaringan dapat secar  konsisten dalam menangani user. Hal itu dapat memungkinkan operator untuk menyediakan strategi atau kebijakan yang akan diterapkan berikutnya (RRM algoritma).

  1. Sesia. Stefania, Isam Tufik, and Matthew Backer, “LTE the UMTS Long Term Evolution from theory to practice”, Wiley  2009.
  2. Alcatel, “3GPP Long Term Evolution/System Architecture Evolution Overview”. September 2006
  3. Perez-Romero. Jordi, “Radio Resource Management Strategies UMTS”, Wiley 2005
  4. 3GPP TSG RAN3 Meeting Nr.49 R3-051367 “RRM Functions” 2005
  5. 3GPP LTE-Advanced Evaluation Workshop, 2009
  6. 3GPP TS 36.201 V8.3.0 “Evolved Universal Terrestrial Radio Access (E-UTRA); LTE Physical Layer “, 2009